Sore di bulan Juli.
3 Juli 2018, pukul 3 sore.
---
Waktu itu, pengumuman SBMPTN tahun 2018 dimajukan dua jam dari yang dijadwalkan.
Saya yang saat itu sedang berusaha bermeditasi (sebenarnya hanya tidak melirik gawai sedikitpun), mendapat telepon dari salah satu teman.
Benar, dia memberi kabar bahwa pengumuman SBMPTN dimajukan dari yang seharusnya jam 5 sore menjadi jam 3 sore.
Saat itu, waktu sudah menunjukan pukul setengah 2 siang.
Kalau saya boleh berlebihan, mungkin saya bisa mendeskripsikan bagaimana susahnya bernafas saat itu.
Saya terdiam, duduk di pojokan kamar saya.
Mencoba berperang dengan diri sendiri, antara berpikir positif dan memposisikan hati agar terima dengan kehendak Yang Maha Kuasa.
Waktu hampir menunjukkan kurang dari 15 menit.
Saya (kembali) duduk di pojokan.
Ingatan saya terlempar ke masa-masa di mana saya menjadi budak bimbel,
mengikuti kegiatan Try Out dan menunggu hasil ranking nasional,
mengerjakan soal-soal sampai saya tidak tahu jumlahnya sebanyak apa,
berusaha berdamai dengan segala letih dan waktu yang saya korbankan.
Lemas, cemas, was-was, namun mencoba ikhlas.
Menit ke menit pun berlalu.
Saya membuka laman penerimaan, yang ternyata sudah menghitung mundur sampai detik.
Saya panjatkan segala doa yang saya bisa, dibantu dengan doa ibu yang mengintip karena ingin tahu hasilnya namun diikuti rasa cemas karena wajah anaknya yang sudah seperti orang hilang arah.
00:00:00:00
Hasil sudah bisa dibuka.
Saya mengetik nomor pendaftaran dan tanggal lahir saya.
Berharap di detik-detik terakhir,
3 Juli 2018, Saya diterima di Universitas Indonesia.
Menjadi bagian dari keluarga besar Mahasiswa FISIP UI 2018.
Menjadi bagian dari keluarga Hubungan Internasional UI 2018.
Tangis saya pecah.
Terharu dengan apa yang telah saya perjuangkan, juga terharu karena dapat membuat orang tua saya bahagia.
Saya akhirnya berhasil mewujudkan apa yang saya inginkan sejak kecil.
Saya bersyukur karena pilihan nekat saya untuk meninggalkan IPA tidaklah salah.
Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk;
Tuhan yang senantiasa mengabulkan harapan saya,
orang tua yang tidak hentinya menyebut saya dalam setiap sujudnya,
teman-teman yang tidak pernah meragukan cita-cita saya,
guru-guru INTEN yang selalu mendidik saya bahwa menyerah bukanlah pilihan,
dan semua orang-orang yang mengaminkan setiap saya menyebutkan UI sebagai tujuan.
Dari satu tahun ini saya belajar,
jatuh bangun dalam hidup karena ditolak berkali-kali oleh universitas,
mencoba ikhlas karena harus masih menjalankan berbagai macam ujian mandiri untuk berjaga-jaga,
bangkit dari rasa gagal dan tak pantas hanya karena hasil dari satu kali try out saja.
Untuk semua teman-teman yang berhasil di SBMPTN 2018, selamat menikmati hasil dari segala peluh yang kalian keluarkan sampai sejauh ini. Selamat menempuh awal dari perjuangan selanjutnya.
Untuk teman-teman yang masih harus menunggu di ujian yang lain, saya katakan kalian orang-orang hebat. Berani untuk tidak berhenti meraih apa yang kalian inginkan.
Tuhan adalah perencana paling baik. Saya yakin akan melihat kalian menjadi orang-orang besar suatu saat nanti. Fase ini membuat kalian sangat luar biasa di kemudian hari.
Kekuatan doa dan ikhlas, tidak akan mengkhianati hasil.
Depok, 7 Juli 2018.
Semangat mbak florie!
ReplyDeletedescribe me
ReplyDelete