Posts

Showing posts from 2021

Rahwana, rahwana.

Dilewatinya jenggala bermalam bertapa beratus hari lamanya untuk rasa bergejolak, membara, berapi-api Rahwana sebut itu asmara Dikerahkannya utusan-utusan didasari cinta menggelora untuk Sinta Disajikannya singgasana terbaik buatannya Dijanjikannya kendi sampai kain sutra untuk membahagiakan pujaan hatinya Lantas mahluk muka bumi hanya mengenal cinta picisan Rama, yang tidak ada apa-apanya?

Meragulah orang-orang patah hati

  Gelap ini semesta sedang menopang dagu karena kebingungan Melihat seorang berpikir keras bagaimana caranya untuk menyampaikan Padahal sepertinya, yang dipikir pun teramat lupa dengan pengakuan Yah, manusia ini lambat laun menatap muram.  Suasana hatinya jadi kelam. Sepertinya manusia ini karam, karena ditinggalkannya di tengah malam. Karam, ia karam.

Alkisah, seorang pengkhianat

  Ketika Tuhan sedang berbahagia, dibuatnya tangisan mahluk kecil ramai di selasar dengan malaikat turut menyambut dengan sukacita Kemudian, Tuhan sedang berbahagia lagi, dibuatnya lah energi di ujung kakinya agar mudah menapakkan diri di tanah basah pagi-pagi Lalu, Tuhan terus berbahagia, dibuatnya sel-sel otak yang bertumbuh agar ia mampu merajut kedamaian semesta Sayang, setelah dewasa ia terlena. Malah dibuatnya daun-daun menjauh hingga tak dapat merasakan air yang susah payah dicari akar Malah dibuatnya anak sungai sulit bertemu induk laut hingga tak dapat mengantar langit jingga menuju singgasananya Malah dibuatnya pandangan manusia akan indahnya dunia hanya sejengkal di pelupuk,  bahkan tak sampai, hanya angan. Ia adalah manusia.  —cikal bakal pengkhianat.

Tamu tak dikenal

  Diketuknya pintuku oleh seorang tamu tak dikenal Belum sempat aku menyiapkan sambutan terbaik, lantas didobraknya dengan tergesa-gesa Berdiri 'dia' memandang diri yang tidak bergeming di sudut lara Melihat dengan nanar, sepertinya 'dia' adalah seseorang yang tega Dibuatnya aku cepat-cepat Untungnya, dia tetap tahu adat Ditelusurinya terlebih dulu, dari ujung kakiku dalam rangka menghormati tuan rumah Merambah rasa kaku sampai ke ruas tulang rusukku—hingga ku dengar ada bisikkan Di tengah sunyi, senyap, menjalar ke daun telinga Mengusap berbisik seakan waktu menjadi kaku dibuatnya Tiba-tiba gelap! Ingin ku terka siapa tamuku, sayang waktu telah berseru Habis. Habis. Habis. Ternyata dia tamuku bernama ajal.