Tamu tak dikenal
Diketuknya pintuku oleh seorang tamu tak dikenal
Belum sempat aku menyiapkan sambutan terbaik, lantas didobraknya dengan tergesa-gesa
Berdiri 'dia' memandang diri yang tidak bergeming di sudut lara
Melihat dengan nanar, sepertinya 'dia' adalah seseorang yang tega
Dibuatnya aku cepat-cepat
Untungnya, dia tetap tahu adat
Ditelusurinya terlebih dulu, dari ujung kakiku dalam rangka menghormati tuan rumah
Merambah rasa kaku sampai ke ruas tulang rusukku—hingga ku dengar ada bisikkan
Di tengah sunyi, senyap, menjalar ke daun telinga
Mengusap berbisik seakan waktu menjadi kaku dibuatnya
Tiba-tiba gelap!
Ingin ku terka siapa tamuku, sayang waktu telah berseru
Habis.
Habis.
Habis.
Ternyata dia tamuku bernama ajal.
Comments
Post a Comment