Alkisah, seorang pengkhianat
Ketika Tuhan sedang berbahagia,
dibuatnya tangisan mahluk kecil ramai di selasar dengan malaikat turut menyambut dengan sukacita
Kemudian, Tuhan sedang berbahagia lagi,
dibuatnya lah energi di ujung kakinya agar mudah menapakkan diri di tanah basah pagi-pagi
Lalu, Tuhan terus berbahagia,
dibuatnya sel-sel otak yang bertumbuh agar ia mampu merajut kedamaian semesta
Sayang, setelah dewasa ia terlena.
Malah dibuatnya daun-daun menjauh hingga tak dapat merasakan air yang susah payah dicari akar
Malah dibuatnya anak sungai sulit bertemu induk laut hingga tak dapat mengantar langit jingga menuju singgasananya
Malah dibuatnya pandangan manusia akan indahnya dunia hanya sejengkal di pelupuk,
bahkan tak sampai, hanya angan.
Ia adalah manusia.
—cikal bakal pengkhianat.
Comments
Post a Comment