Sebaik-baiknya rencana, paling baik adalah rencana dari Sang Perencana.
Dilema
terberat yang pernah dialami sampai umur 17 tahun ini adalah dilema penghujung Sekolah
Menengah Atas. Di tahun terakhir, persaingan demi menuju tahap selanjutnya
lebih menegangkan. Persaingan dengan orang lain dan ego diri sendiri. Cerita ini saya persembahkan untuk semua keringat teman-teman seperjuangan.
namun tidak seperti apa yang saya harapkan.
Sebelumnya,
saya berterima kasih kepada Yang Maha Pengasih karena telah memberikan
kesempatan untuk sekadar mengisi data di laman SNMPTN, jalan tol katanya. Setidaknya, saya
masih diizinkan merasakan bagaimana rasanya berharap dan berdoa sekuat-kuatnya.
Merasakan bagaimana dinginnya tangan ketika bersiap-siap menunggu jam 5 sore. Bersujud
sedemikian rupa, demi adanya keajaiban agar sekolah saya kembali mendapatkan
golden ticket, terutama dari Depok.
Hari itu,
17 April 2018, hari yang sangat sakral untuk kami sebagai 'yang mengharapkan jalan tol' tadi. Saya membuka dengan hati-hati, dan penuh pengharapan. Saya
siapkan seluruh amunisi, mulai dari mental sampai doa apapun saya ucapkan di
depan layar laptop. Waktu berjalan, ketika kurang lima menit, saya berusaha
menenangkan hati dan pikiran. Apapun hasil yang terjadi nanti, apabila memang
rezeki belum datang di bulan April, saya masih berharap keajaiban di tanggal 8
Mei. Mental saya—saya rasa— sudah siap. Ketika
waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, saya mencoba membuka laman itu, berharap ada warna hijau di sana. Lamannya terbuka dan tertera nama saya, bukti bahwa saya tidak salah memasukkan nomor orang lain karena terlampau grogi,
namun tidak seperti apa yang saya harapkan.
Tidak ada
warna hijau disana.
Saya belum
berhasil, saya masih gagal di percobaan pertama.
Mental yang
sudah saya siapkan, janji yang sudah saya ucapkan kepada diri sendiri bahwa jalur ini bukan satu-satunya, luntur
seketika. Saya mencoba mengulang membuka laman itu sampai lima kali, berharap
mungkin terjadi kesalahan, tapi kenyataannya tidak. Memang saya ditakdirkan
merah pada hari itu.
Saya
mencoba tegar, sampai akhirnya orang tua saya yang ber kilo-kilo meter jauhnya
saat itu, menghubungi saya. Pertahanan saya hancur. Saya tidak berkata apa-apa. Orang
tua saya, hanya mendengar tangisan dari anaknya—yang mereka harapkan lolos,
namun masih gagal. Saat itu, rasanya saya menjadi anak yang paling mengecewakan untuk
kedua orang tua.
Hari itu cukup terbilang hancur, namun kesedihan saya berganti menjadi kebahagiaan ketika membaca daftar penerima SNMPTN. Senang ketika tau kerasnya perjuangan teman-teman dalam berusaha dan berdoa dalam penantian, sudah terbayar.
Hari itu cukup terbilang hancur, namun kesedihan saya berganti menjadi kebahagiaan ketika membaca daftar penerima SNMPTN. Senang ketika tau kerasnya perjuangan teman-teman dalam berusaha dan berdoa dalam penantian, sudah terbayar.
Saya
dipastikan menjadi Pejuang SBMPTN, 8 Mei 2018.
Saya tau,
saya nanti tidak akan sendirian menunggu hasil dari ekspektasi yang sudah
dimasak hampir satu tahun, ditambah dengan doa dari semua orang yang terkasih.
Saya tau,
saya nanti tidak akan sendirian sebagai yang pernah merelakan waktu sampai lupa
bernafas demi mengejar passing grade yang katanya tidak pernah ada, hanya
dibuat-buat.
Saya tau,
saya nanti juga tidak akan sendirian dalam menumpahkan keluh kesah dimana dalam
kenikmatan proses nya penuh dengan jatuh bangun.
Rasanya pahit, memang. Tapi saya percaya, kopi yang asli rasanya pahit, namun jika dinikmati dengan sungguh-sungguh akan terasa enaknya. Berprasangka baik kepada Tuhan dengan apapun segala rencanaNya. Cukup berusaha dan berdoa, Tuhan yang bermain disana.
Untuk semua teman yang telah berhasil di percobaan pertama, kebahagiaan dan kebanggaan terbesar saya berikan untuk kalian. Selamat mempersiapkan perjuangan awal kalian di bangku kuliah, mohon doa untuk kami yang masih harus berjuang menyusul.
Untuk semua teman yang telah berhasil di percobaan pertama, kebahagiaan dan kebanggaan terbesar saya berikan untuk kalian. Selamat mempersiapkan perjuangan awal kalian di bangku kuliah, mohon doa untuk kami yang masih harus berjuang menyusul.
Untuk semua
pejuang SBMPTN, Tuhan menguji gladiator terbaiknya di arena yang menantang. Demi mencapai tujuan, tidak selalu harus lewat jalan tol, terkadang dalam kemacetan lebih banyak cerita hidupnya.
Selamat
menunggu, sampai 3 Juli 2018, jam 5 sore lagi.
Comments
Post a Comment